Marak Tren ‘Food Order’, Benarkah Urutan Makan Pengaruhi Gula Darah?
Marak Tren Food Order Benarkah Urutan Makan Pengaruhi Gula Darah? – Pertanyaan: Apakah benar urutan makan mempengaruhi kadar gula darah?
Jawabannya: Benar. Para ahli gizi dan studi medis menyatakan bahwa urutan konsumsi makanan berdampak signifikan terhadap kadar gula darah, terutama bagi penderita diabetes maupun orang sehat yang ingin menjaga berat badan.
Tren Food Order vs Urutan Makan Ilmiah
Saat ini marak konten di media sosial yang membahas “food order” atau urutan makan. Banyak influencer kesehatan merekomendasikan agar kita tidak lagi menyantap nasi, lauk, dan sayur secara bersamaan. Lantas, apa urutan yang benar?
Menurut laman kesehatan UCLA Health yang dikutip oleh Hello spaceman Sehat, urutan makan yang paling tepat adalah mengonsumsi serat terlebih dahulu, kemudian protein dan lemak, dan yang terakhir adalah karbohidrat .
Urutan idealnya adalah sebagai berikut:
-
Sayuran (Serat): Mulailah dengan asupan serat seperti salad, sup, atau tumis sayuran.
-
Protein & Lemak: Setelah itu, konsumsi lauk berprotein seperti daging, ayam, atau ikan.
-
Karbohidrat: Akhiri dengan karbohidrat seperti nasi, kentang, atau mi .
Mengapa Urutan Ini Bekerja?
Metode ini bertujuan untuk mencegah terjadinya lonjakan gula darah (glucose spike) .
-
Serat memperlambat penyerapan: Serat dari sayuran akan membentuk semacam “gel” di dalam usus. Gel ini memperlambat penyerapan gula (glukosa) dari makanan selanjutnya ke dalam aliran darah.
-
Protein menstabilkan: Protein membantu menstabilkan rasa kenyang dan memperlambat pengosongan lambung.
-
Karbohidrat di akhir: Dengan mengonsumsi karbohidrat di akhir, penyerapan gulanya menjadi lebih lambat dan bertahap. Hal ini mencegah pankreas memproduksi insulin secara berlebihan dalam waktu singkat.
Akibatnya, tubuh tidak hanya terhindar dari lonjakan gula yang drastis, tetapi juga merasa kenyang lebih lama. Ini berbeda dengan kebiasaan makan karbohidrat di awal yang menyebabkan gula darah naik cepat, lalu turun drastis sehingga cepat lapar dan lemas .
Manfaat Jangka Panjang
Menerapkan kebiasaan sederhana ini sangat dianjurkan, terutama bagi depo 10k penderita diabetes yang perlu mengatur asupan gula darah . Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bermanfaat untuk:
-
Mengontrol berat badan
-
Mencegah resistensi insulin
-
Meningkatkan kesehatan pencernaan
