Kenali Tanda-Tanda Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi

Kenali Tanda-Tanda Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi – Penyakit jantung bawaan pada bayi atau dalam istilah medis disebut congenital heart disease (CHD) adalah kelainan struktur jantung yang sudah ada sejak bayi lahir. Kondisi ini terjadi akibat gangguan pembentukan jantung saat janin masih berkembang di dalam kandungan. Berbeda dengan penyakit jantung yang muncul karena gaya hidup, penyakit jantung bawaan situs slot minimal depo 10k bukan disebabkan oleh pola makan atau kebiasaan tertentu setelah lahir.

Menurut data dari World Health Organization (WHO), penyakit jantung bawaan merupakan salah satu kelainan bawaan yang paling sering terjadi pada bayi di seluruh dunia. Tingkat keparahannya pun beragam, mulai dari kelainan ringan yang dapat membaik seiring pertumbuhan, hingga kondisi serius yang memerlukan tindakan operasi segera setelah bayi lahir.

Penyebab dan Faktor Risiko

Penyakit jantung bawaan terjadi karena proses pembentukan jantung janin yang tidak sempurna pada trimester pertama kehamilan. Dalam banyak kasus, penyebab pastinya tidak diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini.

Faktor genetik menjadi salah satu penyebab utama. Bayi dengan riwayat keluarga yang memiliki kelainan jantung bawaan berisiko lebih tinggi mengalami kondisi serupa. Selain itu, infeksi virus pada ibu selama kehamilan, seperti rubella, juga dapat memengaruhi perkembangan jantung janin.

Kondisi kesehatan ibu, seperti diabetes yang tidak terkontrol, konsumsi obat-obatan tertentu tanpa pengawasan dokter, paparan zat berbahaya, serta kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol selama kehamilan turut meningkatkan risiko.

Jenis-Jenis Penyakit Jantung Bawaan

Penyakit jantung bawaan dibagi menjadi beberapa jenis tergantung pada kelainan struktur yang terjadi. Salah satu yang paling umum adalah kelainan pada sekat jantung, seperti ventricular septal defect (VSD), yaitu adanya lubang pada dinding pemisah antar bilik jantung.

Ada juga kelainan pada katup jantung, pembuluh darah besar, hingga kondisi kompleks seperti Tetralogy of Fallot. Pada kasus tertentu, aliran darah menjadi tidak normal sehingga kadar oksigen dalam tubuh bayi menurun dan menyebabkan kulit tampak kebiruan (sianosis).

Tingkat keparahan masing-masing jenis berbeda. Beberapa bayi mungkin tidak menunjukkan gejala yang jelas, sementara yang lain mengalami gangguan serius sejak hari-hari pertama kehidupan.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gejala penyakit jantung bawaan pada bayi dapat bervariasi tergantung tingkat keparahannya. Pada kasus ringan, bayi mungkin tampak normal dan baru terdeteksi saat pemeriksaan rutin.

Namun pada kondisi yang lebih berat, gejala dapat berupa napas cepat atau sesak, kesulitan menyusu, berat badan sulit naik, mudah lelah, hingga warna kulit atau bibir yang tampak kebiruan. Bayi juga bisa mengalami pembengkakan pada kaki atau perut akibat gangguan sirkulasi darah.

Orang tua perlu segera berkonsultasi ke dokter jika menemukan tanda-tanda tersebut, terutama bila bayi tampak lemah atau mengalami gangguan pernapasan.

Diagnosis dan Penanganan

Penyakit jantung bawaan dapat dideteksi sejak dalam kandungan melalui pemeriksaan USG khusus jantung janin (fetal echocardiography). Setelah bayi lahir, dokter biasanya melakukan pemeriksaan fisik, rekam jantung (EKG), rontgen dada, atau ekokardiografi untuk memastikan diagnosis.

Penanganan tergantung pada jenis dan tingkat keparahan kelainan. Pada kasus ringan, dokter mungkin hanya melakukan pemantauan rutin. Namun pada kondisi serius, tindakan medis seperti pemberian obat, prosedur kateterisasi, hingga operasi jantung mungkin diperlukan.

Kemajuan teknologi medis saat ini membuat banyak bayi dengan penyakit jantung bawaan dapat tumbuh dan menjalani kehidupan yang lebih baik. Deteksi dini dan penanganan yang tepat menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas hidup anak di masa depan.