Kenali Manfaat Rutinitas Harian untuk Jaga Kesehatan Mental
Bandung – Setiap pagi, ribuan orang di Indonesia berangkat kerja dengan pola yang hamir sama. Bangun, bersiap, berangkat. Di balik kesan monoton itu, tersimpan peran penting rutinitas dalam menjaga kesehatan mental dan produktivitas manusia.
Baca Juga: Manfaat Asam Jawa Bagi Kesehatan, Benarkah Bisa Membersihkan Ginjal
Tanpa disadan, pola yang berulang justru menjadi jangkar psikologinya di tengah kehidupan yang serba cepat dan penuh ketidak pastian. Orang-orang memiliki rutinitas sehari-hari mereka sendiri.
Meningkatkan Performa Belajar dan Bekerja
Penelitian dari Conell University menunjukan aktivitas sehari-hari yang dilakukan secara rutin sangat berkorelasi dengan performa yang baik di bidang akademik, Aktiviras sederhana, seperti makan, mandi, atau tidur yang dilakukan secara teratur.
Rutinitas sering dipersiapkan sebagai kebiasaan kaku yang membatasi kebiasaan. Padahal, dalam persepektif psikologi, rutinitas justru memberi rasa aman dan kendali. Otak manusia bekerja lebih efisien ketika memilii struktur yang dapat diprediksi.
Menurunkan Stres dan juga Kecemasan
Penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal of Psychiacic Research menunjukan bahwa rutinitas harian membantu menurunkan tingkat setres dan juga kecemasan dengan mengurangi beban pengambilan keputusan ketika aktivitas dasar sudah terjadwal.
Rutinitas juga dapat dikatakan ritual sehari-hari. Ketika orang menghadapi stres, bahaya, atau perubahan besar dlalam hidup, rutinitas muncul untuk memberikan rasa stabilitas melalui tindakan yang terstruktur.
Rutinitas Meningkatkan Kekompakan
Melansir bigthink.com, rutinitas bersama juga mempermudah kerja sama di saat-saat krusial. Misalnya dalam tim olahraga misalnya klub (sepak bola), tim berkumpul untuk mengumandangkan slogan klub, secara tidak langsung meningkatkan komitmen dan jugasemangat.
Ritme kerja yang ekstrem dan juga aktivitas digital dapat menyebabkan seseorang megalami decision tatihue. Decision fatigue membuat seseorang tidak produktif.
Bahkan penelitian Psycologital Science menjelaskan konsep decision fatgue, yaitu kondisi ketika kemampuan mengambil keputusan menurun akibat terlalu banyak pilihan. Rutinitas mengurangi kelelahan ini dengan memangkas keputusan-keputusan kecil yang berulang.
Di lingkungan kerja perkotaan seperti Bandung dan juga Bekasi, banyak perusahaan mulai menerapkan jam kerja fleksibel namun terstruktur Tujuannya bukan membatasi, melainkan menciptakan ritme kerja yang sehat dan juga berkelanjutan.
Cara Mendesain Rutinitas Pribadi
Mulailah dengan pengamatan. Kamu dapat memperhatikan momen-momen dalam kesehatan. Kamu saat merasa kacau, stres atau terputus titik-titik transisi ini adalah kesempatan sempurna untuk merancang rituak baru.
Selanjutnya, bereksperimen. Pilih satu momen spesifik dalam sehari dan juga coba rutinitas seperti membaca buku, menyedot kopi di pagi hari, atau membereskan tempat kerja.
Renungkan dan juga sesuaikan. Setelah satu atau dua minggu, tanyakan pada diri sendiri. Apakah rutinitas ini benar-benar membantu? Apakah terasa alami atau dipaksakan? Jawab pertanyaan-pertanyaan tersebut berdasarkan pengalaman yang kamu rasakan.
Rutinitas bukan simbol keterbatasan, melainkan fondasi kesehatan mental dan juga produktivitas yang berkelanjutan. Melalui struktur yang sederhana dan konsisten, rutinitas membantu otak bekerja lebih tenang, emosi lebih stabil, dan juga aktivitas lebih terarah.